Ah, ntah kenapa sekarang gue mau jadi anak pesantren aja setelah tau dan sadar gue gak mungkin hidup selamanya di dunia. Masih ada alam kubur dan alam akhirat. Tapi gue masih ada kewajiban kuliah sekarang.
Ketika nyawa manusia dicabut sama malaikat maut jangan kira kita manusia tidak akan merasakan apapun, gak ada itu namanya mati secara damai kayak apa yang sering dibilang orang, gak ada. Sakitnya ketika nyawa dicabut itu seperti dikuliti hidup-hidup atau ditusuk 300 kali make pedang atau lebih sakit dari itu tergantung amal masing-masing. Lalu setelah mati jangan kira bisa bebas gentayangan yang ada kita justru diadili dengan hukum yang adil yaitu hukum Allah.
Inshallah, ketika kita sudah tiba di depan pintu surga, kita secara sadar akan tau berada di mana rumah atau istana(tergantung amal) kita di surga melebihi rumah kita di dunia. Akan ada banyak malaikat yang rupanya bercahaya dan sangat ramah menyambut kita di pintu surga. Lalu ketika kita sampai di rumah kita di surga, di sana sudah ada minimal 11 bidadari(tergantung amal) yang sudah menunggu kehadiran kita sedari kita masih hidup di dunia. Mereka tidak pernah berselisih satu sama lain, mereka tidak berhijab, hijab cuma untuk wanita di dunia, mereka semua muda sebaya dan selalu perawan, mereka tidak pernah disentuh oleh sesuatu pun, mereka mempunyai mata yang jelita, lebar dan berbinar pandangan mereka tidak liar kemana-mana selalu tertunduk mereka tidak memandang lelaki selain suaminya. Mereka itu ibarat mutiara yang tersimpan. Bidadari di surga sudah menunggu di surga dan selalu mendo'akan suaminya yang masih di dunia. Jika suaminya di zalimi oleh istrinya yang di di dunia maka bidadari itu akan berdo'a semoga engkau akan dilaknat oleh Allah dan menyegerakan suamiku bertemu kepadaku.
Itu balasan untuk cowok, sedangkan cewek yang masuk surga akan dijodohkan dengan suaminya di dunia atau pria yang diiidam-idamkan sewaktu di dunia. Tentu saja cewek yang masuk surga akan diubah parasnya lebih cantik dari pada bidadari karena mereka sholat, puasa dan beramal soleh yang lainnya.
Manusia di surga tidak akan capek, tidur dan buang air dan tidak pula merasa bosan di sana. Tidak ada penyakit apapun di surga, tidak ada penyakit fisik maupun batin. Semua bahagia dan bersenang senang di dalam surga. Di surga kita makan dan minum tapi tidak buang air melainkan hanya sendawa saja. Di surga kita masih bisa mengenali teman-teman kita sewaktu di dunia, tentu saja kita akan saling bersilahturahmi di sana dan berpesta ditemani dengan bidadari kita masing-masing. Anjay, betapa indahnya balasan untuk orang yang mukmin.
Nah, kalo di neraka itu dipenuhi dengan gunung-gunung, batu, api, ular, kalajengjing, rantai dan malaikat berbadan besar yang menyeramkan. Cuma ada siksaan dan teriakan minta tolong.
Terus, gue merasa kecil ketika mengetahui besarnya kerajaan Allah SWT. Kita hidup di langit pertama, langit pertama saja sudah bertaburan bintang-bintang yang lebih besar dari matahari. Jarak antara langit pertama ke kedua itu 500 tahun begitu juga dari langit kedua ke ketiga begitu seterusnya sampai langit ke tujuh. Di atas langit ke tujuh ada kursy Allah SWT, luasnya kursy Allah SWT jika dibandingkan dengan semua ketujuh langit seperti satu cincin yang tergeletak di gurun sahara, cincin adalah ketujuh langit dan gurun sahara adalah kursy. Di atas kursy masih ada arsy Allah SWT. Jika masih diumpamakan dengan cincin dan gurun tadi, arsy adalah gurun dan kursy adalah cincin, masyallah. Arsy itu singgasana yang ada tiangnya dipikul sama malaikat-malaikat. Besarnya malaikat tersebut adalah jarak antara daun telinganya ke bahunya itu 700 tahun, dengan kata lain malaikat itu sendiri lebih besar dan lebih luas dari jarak antara langit ke langit.
Lantas apakah pantas manusia itu merasa sombong?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar