Emm jadi gue nyoba mengkandangkan imajinasi liar yang selama ini merusak otak gue. Kadang sebelum tidur gue denger lagu instrumen instrumen gitu jadi khayalan gue terbang kemana mana. Ceritanya gue bikin pendek pendek trus ada bersambungnya gitu kayak acara sinetron. Bukan bukan gue inspirasinya cetek tapi gue tau yang ngebaca blog gue itu males baca tulisan panjang. Yaudah langsung aja gue mulai..
Pria ganteng juga berperasaan
Pada zaman yang sudah tidak lagi peduli akan kemanusiaan hiduplah seorang remaja yang mencoba untuk mendewasakan kepribadiannya. Hidupnya pilu disertai derita yang ingin ia lupakan tapi tidak pernah bisa.
Namanya Ujang berumur 16 tahun pemuda tampan asal kota metropolitan. Banyak orang-orang yang memandang sebelah mata karena dia tidak punya kemampuan apa apa untuk ditunjukkan keorang lain. Suatu hari ketika dia diperjalanan rumah dihadang preman-preman homo. Ujang hanya bisa menutup mata ketika preman-preman itu mulai mendekatinya. Pas Ujang membuka mata dia terkejut preman-preman itu terkapar semua padahal tubuh preman-preman tersebut besar-besar. Dibandingkan tubuh Ujang yang tinggi kurus lapis satu itu tidak akan berdaya melawannya. Mencoba untuk teriak pun tidak ada keberanian sama sekali.
Sesampainya di rumah Ujang terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi tadi. Ujang mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan orang-orang sekitar. Dunia sudah rusak dengan orang-orang serakah. Pengangguran merajarela dan tidak munafik Ujang pun mempunyai ayah pemabuk dan pejudi keras. Setiap hari ayahnya pulang tengah malam. Setiap malam Ujang selalu menunggu di depan pintu rumah hanya untuk menyambut kepulangan ayahnya bermabuk mabuk ria. Meskipun demikian, Ujang selalu bersyukur apa yang diberikan Tuhan kepada dia. Semenjak kepergian Ibu, ayah menjadi stress. Ayah melarikan masalahnya ke tempat-tempat tidak tepat. Tempat menghambur hamburkan uang dan memperpendek umur. Ujang tidak berhenti mendo'akan Ibunya untuk selalu damai di alam sana dan Ujang yakin ibunya akan selalu hidup di dalam hatinya.
Sehari hari Ujang bersekolah di SMA swasta kelas 11 IPA yang lumayan jauh dari rumahnya. Tiap pagi berangkat menggunakan sepeda motor yang tidak terlau keren untuk tongkrongan anak-anak muda. Mengenai motor, Ujang sempat meminta membelikan motor baru untuk tidak dikucilkan dari teman-temannya. Tapi setiap Ujang memohon kepada ayahnya. Dia selalu menghujat Ujang dan memarahi sambil memegang satu botol miras di tangan kirinya. Itu lah sedikit cuplikan kehidupan Ujang.
Hari itu Ujang sedang mengkagumi seorang wanita yang cantik luar biasa. Raut wajahnya segar bagaikan bidadari bemandikan air surga. Rambutnya panjang terurai dan tubuhnya cukup proposional. Jika dibandingkan Ujang yang berlapis satu itu tidak ada cocok-cocoknya Ujang mengajak wanita itu menonton film "twillight" di bioskop.
Pertama kali Ujang melihat wanita itu disekolah pas Upacara kemerdekaan. Ujang baris di barisan paling depan, wanita itu menjadi paduan suara yang kebetulan di baris depan juga. Dan akhirnya Ujang tau nama dari wanita yang meluluhkan hatinya tersebut. Namanya Jasintha kelas 11 sastra. Setipa jam istirahat Ujang selalu menyempatkan diri untuk jalan melewati depan kelas 11 sastra hanya ingin melihat Jasintha. Ketika Ujang sedang jalan terburu buru mencari cari dimana Jasintha duduk dikelasnya, Ujang menabrak seorang wanita dan ternyata itu Jasintha sang pemilik hati Ujang. Ujang gugup setengah tertidur. Dia kerkata dalam hati "apa ini yang namanya mimpi bisa bertatapan langsung sama Jasintha". Mata Ujang dan Jasintha saling bertemu. Tiba tiba Jasintha berkata....(Bersambung)
Segini dulu ya kawan, kalo mau tau kelanjutannya stay tune on my blog !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar